Showing posts with label reminding myself. Show all posts
Showing posts with label reminding myself. Show all posts

Jun 21, 2012

Satu kata seribu makna


Kata orang kehidupan ibarat roda, ada masa turun naiknya. Cuma kadang-kadang apabila berada di bawah, terasa seakan-akan masa terhenti seketika. Entah bila berputar semula.

Sabar ada seribu lapis maknanya seperti bawang yang berlapis-lapis kulitnya. Setiap kali sesuatu yang baru menimpa, terurai satu pengertian daripada satu lapisan.

Kerana itu perlu diurai lembut dan perlahan-lahan, agar percikannya tak terkena di mata menyebabkan pedih tak terkata. Ada perkara tak difahami segera, tapi lebih jelas di kemudian harinya.

Itu baru kulit bawang, pedih mata sudah tak terbilang. Belum lagi menghadapi kematian, yang digambarkan sekurang-kurangnya seperti kulit sendiri disiat perlahan.

Mungkin roda seperti terhenti seketika supaya kita dapat lebih bersedia? Kerana bukankah selalunya saat kita sempit lebih kita dekat dengan Allah berbanding saat kita gembira?

Jan 20, 2012

Keep sane

I couldn't exactly recall the last time I performed the funeral prayer. I used to perform it a lot back when I was in Egypt. Those one and a half year surely saw me prayed the prayer more than any other 20+ years of my life, combined.

And just after Maghrib today, I was given the opportunity to perform yet another one. I don't know if opportunity is the right word, it sounds a bit disrespectful to the deceased, but nonetheless, it indeed gave the inexplicable feeling that I was somehow had hoped for.

It helps me to find the appraisal of life no matter how listless I am of the unforeseen sometimes incomprehensible journey. It stimulates the faith of the possibility on unflagging effort to be a better person. And not being battered by the mirage complacency of 'this is who I already am'.

I guess it is always like that. When someone loose what is his, we tend to think back of what is still ours.What we could still make of it. Before the clock stop ticking.

And before our departure become someone else's reminder.

Jan 12, 2010

So small

The Monday night’s program was beautiful. So beautiful that my words would only taint its perfection no matter how meticulous my delineation would be.

So I would just keep it brief.

I adore the wrap up from the program director about the disclosure of our true colors in time of trials and the importance of being the lead in every possible chance.

It encouraged us to strive for more while still retaining the beauty of the patience.

Fastabiqul Khairat . Fasabrun jamil. As-sabiqun was-sabiqun.

The most poignant part would be when the Imam did the unfamiliar qiraah while leading the Solatul Hajjah.

It’s hard to grasp the meaning because much of the words did not actually make sense (from the way of the usual Arabic learning) but in the senseless of it I find myself a new nuance that inevitably made me feel so small.

The Imam has actually mastered at least two types of qiraah (should be more) while I myself still struggle on memorizing even quarter of the usual qiraah.

I don’t regret my inability but I took the blame for not pushing myself further.

Still more to be learned that is. 

"Don't blame anyone, never complain of anyone or anything
Because basically you have made of your life what you wanted.
Accept the difficulties of edifying yourself
And the worth of starting to correct your character.

The triumph of the true man arises from the ashes of his mistakes.
Never complain of your loneliness or your luck.
Face it with courage and accept it.
Somehow, they are the result of your acts and
It shows that you'll always win.
Don't feel frustrated of your own failures, neither unload them to someone else.
Accept yourself now or you'll go on justifying yourself like a child.

Remember that any time is good to start
And that no time is so good to give up.

Don't forget that the cause of your present is your past,
As the cause of your future will be your present.
Learn from the brave, from the strong,
From who doesn't accept situations
From who will live in spite of everything.
Think less of your problems and more of your work.
Learn to arise from your pain,
And to be greater than the greatest of your obstacles.

Look at the mirror of yourself and you'll be free and strong
And you'll stop being a puppet of circumstances.
For you yourself are your destiny.
Wake up and stare at the sun in the mornings and breathe the sun of dawn.
You're part of the strength of your life now,
Rise up, fight, walk, be sure and you'll win in life."

 //Pablo Neruda (with the last stanzas omitted)

Dec 26, 2009

Peluang berterusan



Antara peluang yang disediakan dalam minggu ini:

9 & 10 Muharram 1431 : (Hari Tasu'a dan Asyura)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari 'Asyura - tanggal 10 Muharram, Beliau s.a.w. lalu bersabda: 
"Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa tahun yang lampau."
(Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Niscayalah jikalau saya masih tetap hidup sampai tahun muka, tentulah saya akan berpuasa pada hari kesembilan - bulan Muharram yakni Tasu'a."
(Riwayat Muslim)

11 Muharram 1431 : (Hari Isnin)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari Isnin, lalu beliau s.a.w. bersabda:
"Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan al-Quran."
(Riwayat Muslim) 

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya:
"Rasulullah s.a.w. berusaha keras untuk berpuasa pada hari Isnin dan Khamis - kerana besarnya keutamaan yang terdapat di dalamnya."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

13, 14, 15 Muharram 1431 : (Hari Putih)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: 
"Saya diwasiati oleh kekasihku - yakni Nabi Muhammad s.a.w. dengan tiga macam perkara, yaitu berpuasa tiga hari dari setiap bulan, melakukan dua rakaat shalat sunnah Dhuha dan supaya saya bersembahyang witir sebelum saya tidur." 
(Muttafaq 'alaih) 

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan adalah sama dengan berpuasa setahun penuh."
(Muttafaq 'alaih) 

.Kelebihan Membanyakkan Puasa

Hadis Sahl bin Saad r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Syurga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya.
(Riwayat Muslim)

Dec 21, 2009

In addition

.Sunat Dhuha

Dari Abu Zar r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: 
"Atas setiap ruas tulang dari seseorang di antara engkau semua itu pada setiap paginya harus ada masing-masing sedekahnya. Maka setiap sekali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahmid adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahlil adalah sedekah, setiap sekali bacaan takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari kemungkaran juga sedekah dan keseluruhannya itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang itu dari shalat Dhuha."
(Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Kekasihku - yakni Nabi Muhammad s.a.w. telah memberikan wasiat padaku untuk melakukan puasa sebanyak tiga hari dalam setiap bulan, juga dua rakaat sunnah Dhuha dan supaya saya bersembahyang witir dulu sebelum tidur." 
(Muttafaq 'alaih)  

.Sunat Awwabin

Awwabin bermaksud orang yang kembali kepada Allah
(Lisanul Arab)

"Sesiapa yang bersembahyang enam rakaat sesudah Maghrib tiada diselang antaranya dengan sesuatu bicara nescaya samalah pahalanya dengan ibadat dua belas tahun.
(Riwayat Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan At-Turmuzi)

Juga dikatakan nama lain bagi solat Dhuha berdasarkan hadis-hadis:

"Solat awwabin dilakukan ketika kaki anak-anak unta mula terasa bahang kepanasannya.”
(HR Muslim)

"Tidak ada yang menjaga solat Dhuha kecuali orang awwab (sering bertaubat). Rasulullah s.a.w bersabda: "Itu adalah shalatnya orang-orang yang sering bertaubat"  
(HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya: 1224, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/313 Ath Thabarani dalam Al-Ausath: 4322. Disahihkan Al Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Dan dihasankan Al-Albani dalam silsilah Ash-Shahihah no. 707) 

Jun 11, 2009

Pulang


Life as how it begins, ends

Begitulah kita
Tak selamanya

I don't know him personally but I am greatly affected by his departure. From my short observation I could see that he's a really good man, to his deen and all those around him.

Benar, Allah lebih mengasihi hambaNya yang soleh.
Semoga Allah merahmati dan mencucuri rahmat ke atas ruhnya.

Sabda Rasulullah s.a.w:

Sesungguhnya matapun dapat mengalirkan airmata dan hatipun dapat berdukacita. Kita tidak mengucapkan melainkan apa yang dapat memberikan keridhaan kepada Tuhan kita dan sesungguhnya kita ini dengan berpisah denganmu itu, hai Ibrahim niscayalah bersedih hati

~HR Bukhari & Muslim

إن لله وإن إليه راجعون

May 18, 2008

Revisit

This is extracted from my first year note, an online discussion I had with Lkmn:

"Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman."
~Ash-Shu'ara 26:3

Ayat tu citer pasal org2 Mekah yg tolak dakwah nabi. Kan kita tau Rasulullah ni dakwah all out utk islamkan penduduk Mekah. Kalau boleh baginda nak sangat kalau boleh islamkan semua org2 Mekah dan kalau kita baca sejarah pun memang kita akan lihat kesungguhan nabi berdakwah sebarkan islam tapi x semua terima bahkan lebih ramai yg x beriman dan menentang. Sudah tentu Rasulullah amat sedih.

Allah sebut "boleh jadi kamu akan membinasakan dirimu". Dalam kaedah bahasa Arab, 'La'alla' bermaksud boleh jadi/mungkin. Maksudnya boleh jadi ya atau tidak. Ada beberapa perkataan Arab yg sama maksudnya dgn mungkin tapi penggunaan 'La'alla' kat sini amat bersesuaian nak tunjukkan situasi sebab turun ayat ni.

Tambah sket, membinasakan diri ni maksudnya; membebankan diri sendiri, dari segi emosi, jiwa & fizikal. Apabila dakwah nabi ditolak, nabi tertekan dari segi emosi dan juga ditambah dgn kudrat tenaga yg keletihan..itulah maksudnya.

Kalau betul2 nak hayati Quran, kita kena buat apa yg nabi buat, hidup cara nabi hidup, berdakwah macam nabi. Cuba bayangkan kalau kita hidup cam biasa dan berseronok2, tiba2 baca ayat ni, dah tentu xde effect..xde kesan pun dalam hati kita kan? Tapi kalau kita pun jalankan dakwah kerja dakwah cam nabi dan kemudian terbaca ayat ni, kita akan dapat menghayatinya sebab terkadang dakwah kita pun ditolak oleh kawan kita.

Kadang2 kita rasa sedih dgn dakwah kita yang x diterima dan sebagainya barulah kita akan rasa seolah2 Allah bercakap dgn kita melalui Quran. Seolah-olah Allah nasihatkan kita jgn sedih, jgn tertekan dan jgn membinasakan diri sendiri jika dakwah ditolak.

Pengajaran lain; hidayah milik Allah, dan Allah akan beri kepada siapa yg dikehendaki. Org sedar dan insaf bukan sebab dakwah kita tp sebab hidayah dari Allah. Kalau kita dakwah all out pun, kalau Allah x izinkan, org lain xkan sedar. Tapi kalau Allah nak beri hidayah, tanpa dakwah kita pun org sedar dan faham islam. Tugas kita hanya jalankan dakwah dan Allah akan beri pahala, org terima atau x lain citer..ok tak?

Jgn sedih kalau org tolak dakwah kita

Kalau Allah nak kasi hidayah kat semua manusia kat dunia pun boleh, tapi kenapa Allah x buat camtu? Kalau tgk ayat seterusnya pun Allah sebut Allah berkuasa buat camtu. Allah x buat camtu sebab nak kasi pahala pada kita yg berada dlm jalan dakwah ni

Nov 25, 2007

Measure of a man



Merendahlah,

engkau kan seperti bintang-gemintang

Berkilau di pandang orang

Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi

Janganlah seperti asap

Yang mengangkat diri tinggi di langit

Padahal dirinya rendah-hina



(KH Rahmat Abdullah)