Antara peluang yang disediakan dalam minggu ini:
9 & 10 Muharram 1431 : (Hari Tasu'a dan Asyura)
Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari 'Asyura - tanggal 10 Muharram, Beliau s.a.w. lalu bersabda:
"Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa tahun yang lampau."
(Riwayat Muslim)
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Niscayalah jikalau saya masih tetap hidup sampai tahun muka, tentulah saya akan berpuasa pada hari kesembilan - bulan Muharram yakni Tasu'a."
"Niscayalah jikalau saya masih tetap hidup sampai tahun muka, tentulah saya akan berpuasa pada hari kesembilan - bulan Muharram yakni Tasu'a."
(Riwayat Muslim)
11 Muharram 1431 : (Hari Isnin)
Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari Isnin, lalu beliau s.a.w. bersabda:
"Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan al-Quran."
(Riwayat Muslim)
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya:
"Rasulullah s.a.w. berusaha keras untuk berpuasa pada hari Isnin dan Khamis - kerana besarnya keutamaan yang terdapat di dalamnya."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
13, 14, 15 Muharram 1431 : (Hari Putih)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Saya diwasiati oleh kekasihku - yakni Nabi Muhammad s.a.w. dengan tiga macam perkara, yaitu berpuasa tiga hari dari setiap bulan, melakukan dua rakaat shalat sunnah Dhuha dan supaya saya bersembahyang witir sebelum saya tidur."
(Muttafaq 'alaih)
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan adalah sama dengan berpuasa setahun penuh."
"Berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan adalah sama dengan berpuasa setahun penuh."
(Muttafaq 'alaih)
.Kelebihan Membanyakkan Puasa
Hadis Sahl bin Saad r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Syurga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya.
(Riwayat Muslim)
No comments:
Post a Comment